MAKALAH
KIMIA FARMASI II
HUBUNGAN STRUKTUR
AKTIVITAS MINERAL
( MAKRO DAN MIKRO )

KELOMPOK
2
KATARINA NIRMALA AGA
JURUSAN FARMASI
POLTEKKES KEMENKES KUPANG
2017
BAB 1
PENDAHULUAN
1.LATAR
BELAKANG
Makhluk
hidup, utamanya manusia pasti membutuhkan zat-zat tertentu dalam membantu
aktivitas metabolisme tubuhnya. Sehingga organ-organ manusia dapat melakukan
aktivitas-aktivitas yang tidak disadari kerjanya, seperti penyerapan sari-sari
makanan di usus, penghalusan makanan di lambung dan lain-lain.
Zat-zat
yang sering digunakan tubuh dalam melakukan aktivitas antara lain, protein,
lemak, vitamin, dan mineral. Mineral yang umumnya dikenal banyak orang adalah
air, tapi ternyata masih banyak mineral-mineral yang sering didengar tapi orang
mengira mineral tersebut bukan mineral.
Mineral
terbagi dua, yaitu mineral makro dan mineral mikro. Mineral-mineral ini
memegang peran dan fungsinya sendiri yang salah satunya sebagai pembentukkan
struktur seperti yang terdapat pada mineral Ca, P, Mg, F dan Si dalam tulang
dan gigi; P dan S dalam protein jaringan.
2.RUMUSAN MASALAH
·
Apakah yang dimaksud dengan mineral
·
Bagaimana penggolongan mineral (mikro
dan makro)
·
Bagaimanakah hubungan struktur aktifitas
mineral
BAB II
PEMBAHASAN
1.
Pengertian Mineral
Mineral
adalah senyawa alami yang terbentuk melalui proses geologis. Istilah mineral
termasuk tidak hanya bahan komposisi kimia tetapi juga struktur mineral.
Mineral termasuk dalam komposisi unsur murni dan garam sederhana sampai silikat
yang sangat kompleks dengan ribuan bentuk yang diketahui (senyawaan organik
biasanya tidak termasuk). Ilmu yang mempelajari mineral disebut mineralogi.
Unsur
mineral merupakan salah satu komponen yang sangat diperlukan oleh makhluk hidup
di samping karbohidrat, lemak, protein, dan vitamin, juga dikenal sebagai zat
anorganik atau kadar abu. Sebagai contoh, bila bahan biologis dibakar, semua
senyawa organik akan rusak, sebagian besar karbon berubah menjadi gas karbon
dioksida (CO2), hidrogen menjadi uap air, dan nitrogen menjadi uap
nitrogen (N2).
Berbagai
unsur anorganik (mineral) terdapat dalam bahan biologi, tetapi tidak atau belum
semua mineral tersebut terbukti esensial, sehingga ada mineral esensial dan
nonesensial. Mineral esensial yaitu mineral yang sangat diperlukan dalam proses
fisiologis makhluk hidup untuk membantu kerja enzim atau pembentukan organ.
Unsur-unsur mineral esensial dalam tubuh terdiri atas dua golongan, yaitu
mineral makro dan mineral mikro. Mineral makro diperlukan untuk membentuk
komponen organ di dalam tubuh. Mineral mikro yaitu mineral yang diperlukan
dalam jumlah sangat sedikit dan umumnya terdapat dalam jaringan dengan
konsentrasi sangat kecil. Mineral nonesensial adalah logam yang perannya dalam
tubuh makhluk hidup belum diketahui dan kandungannya dalam jaringan sangat
kecil. Bila kandungannya tinggi dapat merusak organ tubuh makhluk hidup yang
bersangkutan.
Mineral-mineral
yang dibutuhkan tubuh akan memiliki fungsi khasnya masing-masing seperti
kalsium dan fosfor yang berperan dalam pembentukan struktur tulang dan gigi,
natrium berfungsi dalam menjaga kesimbangan cairan tubuh atau juga kalsium yang
berfungsi untuk memperlancar kontraksi otot.Secara umum,
fungsi
mineral adalah :
ü Menjaga
keseimbangan asam basa tubuh,
ü Katalis
reaksi-reaksi biologis,
ü Komponen
dari bagian-bagian tubuh yang penting,
ü Menjaga
keseimbangan air,
ü Transmisi
impuls syaraf,
ü Mengatur
kontraksi otot dan
ü Membantu
pertumbuhan jaringan tubuh
ü Berperan dalam tahap metabolisme tubuh. Mengkatalisasi reaksi yang
bertalian dengan pemecahan karbohidrat, lemak, dan protein serta pembentukan
lemak dan protein tubuh
ü Sebagai hormon (Iodium terlibat dalam hormon tiroksin; Co dalam vitamin
B12; Ca dan P untuk membentuk tulang dan gigi) dan enzim tubuh/ sebagai
kofaktor (Fe terlibat dalam aktivitas enzim katalase dan sitokrom).
ü Sebagai bagian cairan
usus (kalsium, magnesium, kalium dan natrium).
Makalah
ini hanya menguraikan mengenai mineral kalsium (Ca) dan fosfor (P) yang
termasuk dalam unsur makro mineral, yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah
besar yaitu lebih dari 100 mg/hari serta fungsinya sebagai pembentukkan dan
pertumbuhan tulang dan gigi serta penyusun protein jaringan.
2.
Penggolongan Mineral
·
Berdasarkan kegunaannya dalam aktivitas
kehidupan, mineral dibagi menjadi dua golongan, yaitu :
1. Mineral
esensial, diperlukan dalam proses fisiologis hewan, sehingga logam golongan ini
merupakan unsur nutrisi penting yang jika kekurangan dapat menyebabkan kelainan
proses fisiologis atau disebut penyakit defisiensi mineral. Mineral ini
biasanya terikat dengan protein, termasuk enzim untuk proses metabolisme tubuh,
yaitu kalsium (Ca), fosforus (P), kalium
(K), natrium (Na), klorin (Cl), sulfur (S), magnesium (Mg), besi (Fe), tembaga
(Cu), seng (Zn), mangan (Mn), kobalt (Co), iodin (I), dan selenium (Se).
2. Mineral
nonesensial adalah golongan mineral yang belum diketahui kegunaannya dalam
tubuh, sehingga hadirnya unsur tersebut lebih dari normal dapat menyebabkan
keracunan. Mineral tersebut bahkan sangat berbahaya bagi makhluk hidup, seperti
timbal (Pb), merkuri (Hg), arsenik (As), kadmium (Cd), dan aluminium (Al).
·
Berdasarkan banyaknya, mineral dibagi
menjadi dua kelompok yaitu :
1. Mineral
makro adalah mineral yang diperlukan atau terdapat dalam jumlah relatif besar
yaitu lebih dari 100 mg/hari, meliputi Ca, P, K, Na, Cl, S, dan Mg.
2. Mineral
mikro ialah mineral yang diperlukan dalam jumlah sangat sedikit yaitu 15
mg/hari dan umumnya terdapat dalam jaringan dengan konsentrasi sangat kecil,
yaitu Fe, Mo, Cu, Zn, Mn, Co, I, dan Se.
3.
Peranan Kalsium (Ca) dan Fosfor (P) Bagi Tubuh
1. Kalsium
(Ca)
Kalsium
merupakan jenis mineral yang paling berlimpah dalam tubuh manusia. Total
rata-rata banyaknya kalsium pada tubuh manusia dewasa kurang lebih mencapai 1
kg, dimana 99% terdapat pada tulang dan gigi, lalu 1% sisanya ada pada cairan
tubuh dan aliran darah. Walaupun terkesan sangat sedikit, sisa 1% ini
sebenarnya berperan penting dalam transmisi sistem saraf, konstraksi otot,
pengaturan tekanan darah, dan pelepasan hormon.
Kalsium
merupakan mineral yang paling banyak dalam tubuh yang berada dalam jaringan
keras yaitu tulang dan gigi. Di dalam cairan ekstraseluler dan intraseluler,
kalsium berperan penting dalam mengatur fungsi sel, seperti untuk transmisi
saraf, kontraksi otot, penggumpalan darah dan menjaga permebialitas membrane
sel. Kalsium mengatur kerja hormone dan factor pertumbuhan.
Proses
penyusunan dan pelepasan kalsium dari tulang tidak berlangsung sesederhana.
Yang bertindak dalam mengatur kalsium adalah dua macam hormon pengatur kadar
kalsium dalam darah, yaitu hormon PTH (Parathyroid
Hormone) dan Calcitonin.
Apabila
tingkat kadar kalsium dalam darah terlalu rendah, hormon PTH akan dilepaskan.
Hormon PTH akan memicu pelepasan kalsium dari tulang ke aliran darah.
Sebaliknya, apabila tingkat kadar kalsium dalam darah terlalu tinggi, kerja
hormon PTH akan dihentikan dan digantikan dengan calcitonin. Hormon calcitonin
bekerja berlawanan dengan PTH, yakni menghambat terjadinya pelepasan kalsium
dari tulang ke darah.
Absorbsi
kalsium dalam saluran pencernaan biasanya berkisar antara 30-80% kalsium dari
total asupan kalsium. Pada awal pertumbuhan 50-70% kalsium yang dicerna di
absorbsi, tetapi pada individu dewasa hanya berkisar 10-40%. Absorbsi kalsium
oleh usus akan meningkat apabiala kadar kalsium diusus meningkat. Kadar protein
yang tinggi cenderung mengurangi kalsium dalam urin, tetapi tidak mempengaruhi
absorbsinya. Unsur fosfor berperan dalam keseimbangan kadar kalsium dalam darah
maupun laju penyimpanan kalsium dalam usus. Pakan dengan fosfor berlebihan akan
menurunkan absorbsi kalsium. Keadaan ini akan menyebabkan terjadinya
osteoporosis.
Sumber
kalsium terutama pada susu dan hasil olahannya, seperti keju. Ikan dimakan
dengan tulang, termasuk ikan kering merupakan sumber kalsium yang baik, udang,
kerang, kepiting, kacang-kacangan dan hasil olahanannya, daun singkong, daun
lamtoro.
Apabila
tubuh mengalami kekurangan kadar kalsium maka akan mengakibatkan gangguan
pertumbuhan, tulang kurang kuat, mudah bengkok dan rapuh, disebut juga
ricketsia atau rachitis. Apabila tubuh mengalami kelebihan kadar kalsium maka
akan mengakibatkan tetani atau kejang otot, misalnya pada kaki.
Kalsium
dalam tubuh mempunyai beberapa fungsi sebagai berikut :
ü Membentukan
tulang dan gigi
ü Kalsium
dalam tulang berguna sebagai bagian integral dari struktur tulang dan sebagai
tempat menyimpan kalsium.
ü Mengatur
pembekuan darah
ü Katalisator
reaksi biologic, seperti absorpsi vitamin B12, tindakan enzim
pemecah lemak, lipase pancreas, eksresi insulin oleh pancreas, pembentukan dan
pemecahan asetilkolin.
ü Relaksasi
dan kontraksi otot, dengan interaksi protein yaitu aktin dan myosin.
ü Berperan
dalam fungsi saraf, tekanan darah dan fungsi kekebalan.
ü Meningkatkan
fungsi transport membran sel, stabilisator membrane, dan transmisi ion melalui
membrane organel sel.
2. Fosfor
(P)
Fosfor
merupakan mineral kedua terbanyak dalam tubuh, sekitar 1% dari berat badan.
Fosfor terdapat pada tulang dan gigi serta dalam sel yaitu otot dan cairan
ekstraseluler. Fosfor merupakan bagian dari asam nukleat DNA dan RNA. Sebagai
fosfolipid, fosfor merupakan komponen struktural dinding sel.
Fosfor
sebagai fosfat memainkan peranan penting dalam struktur dan fungsi semua sel
hidup. Sumber fosfor adalah makanan kaya protein, seperti daging, ayam, ikan,
telur, susu dan hasilnya, kacang-kacangan serta serealia. Sebagai fosfat
organic, fosfor berperan dalam reaksi yang berkaitan dengan penyimpanan atau
pelepasan energi dalam bentuk Adenin Trifosfat (ATP).
Akibat
kekurangan fosfor adalah kerapuhan tulang dan gigi dengan gejala rasa lelah dan
kurang nafsu makan, sakit pada tulang, rakhitis pada anak-anak, dan
osteomalasia pada orang dewasa, terjadinya proses kalsifikasi (pengerasan) pada
organ-organ tubuh yang tidak seharusnya seperti ginjal.
Fosfor
dalam tubuh mempunyai beberapa fungsi sebagai berikut :
ü Kalsifikasi
tulang dan gigi melalui pengendapan fosfor pada matriks tulang.
ü Mengatur
peralihan energi pada metabolisme karbohidrat, protein dan lemak melalui proses
fosforilasi fosfor dengan mengaktifkan berbagai enzim dan vitamin B.
ü Absorpsi
dan transportasi zat gizi serta system buffer.
ü Bagian
dari ikatan tubuh esensial yaitu RNA dan DNA serta ATP dan fosfolipid.
ü Mengatur
keseimbangan asam basa.
4. Macam-macam mineral makro antara lain:
ü . Natrium (Na)
ü .Klorida (Cl)
ü .Kalium (K)
ü .Kalsium (Ca)
ü .Fosfor (P)
ü .Magnesium (Mg)
ü Sulfur (S)
1.NATRIUM (Na)
Natrium merupakan kation utama dalam cairan ekstraseluler . 35-40 %
terdapat dalam kerangka tubuh. Cairan saluran cerna, sama seperti cairan empedu
dan pancreas mengandung banyak natrium.
·
Sumber
Sumber utama Natrium adalah garam dapur (NaCl). Sumber natrium yang lain
berupa monosodium glutamate (MSG), kecap dan makanan yang diawetkan dengan
garam dapur. Makanan yang belum diolah, sayur dan buah mengandung sedikit
natrium. Sumber lainnya seperti susu, daging, telur, ikan, mentega dan makanan
laut lainnya.
·
Fungsi
ü Menjaga keseimbangan
cairan dalam kompartemen ekstraseluer.
ü Mengatur tekanan
osmosis yang menjaga cairan tidak keluar dari darah dan masuk ke dalam sel.
ü Menjaga keseimbangan
asam basa dalam tubuh dengan mengimbangi zat-zat yang membentuk asam.
ü Berperan dalam
transmisi saraf dan kontraksi otot.
ü Berperan dalam
absorbsi glukosa dan sebagai alat angkut zat gizi lain melalui membrane,
terutama melalui dinding usus sebagai pompa natrium.
·
Dampak Kekurangan dan Kelebihan serta AKG
Akibat kekurangan natrium adalah
sebagai berikut:
ü menyebabkan kejang,
apatis dan kehilangan nafsu makan
ü dapat terjadi setelah
muntah, diare, keringat berlebihan, dan diet rendah natrium
Akibat kelebihan natrium dapat menimbulkan
keracunan yang dalam keadaan akut menyebabkan edema dan hipertensi.
Jadi, taksiran kebutuhan untuk orang dewasa
yaitu 500 mg/hari.
·
Absorpsi dan Metabolisme
Natrium diabsorpsi di usus halus secara aktif (membutuhkan energi), lalu
dibawa oleh aliran darah ke ginjal untuk disaring kemudian dikembalikan ke
aliran darah dalam jumlah cukup untuk mempertahankan taraf natrium dalam darah.
Kelebihan natrium akan dikeluarkan melalui urin yang diatur oleh hormone
aldosteron yang dikeluarkan oleh kelenjar adrenal jika kadar natrium darah
menurun.
2. KLORIDA (CL)
Klor merupakan anion utama cairan
ekstraselular. Konsentrasi klor tertinggi adalah dalam cairan serebrospinal
(otak dan sumsum tulang belakang), lambung dan pancreas.
·
Sumber
Klor terdapat bersamaan dengan natrium dalam garam dapur. Beberapa sayuran
dan buah juga mengandung klor.
·
Fungsi
ü berperan dalam
memelihara keseimbangan cairan dan elektrolit dalam cairan ekstraseluler.
ü Memelihara suasana
asam dalam lambung sebagai bagian dari HCL, yang diperlukan untuk bekerjanya enzim-enzim
pencernaan.
ü Membantu pemeliharaan
keseimbangan asam dan basa bersama unsur-
unsur pembentuk asam lainnya
ü Ion klor dapat dengan
mudah keluar dari sel darah merah dan masuk ke dalam plasma darah guna membantu
mengangkut karbondioksida ke paru-paru dan keluar dari tubuh.
ü Mengatur system
rennin-angiotensin-aldosteron yang mengatur keseimbangan cairan tubuh.
·
Dampak Kekurangan dan Kelebihan serta AKG
Kekurangan klor terjadi pada muntah-muntah,
diare kronis, dan keringat berlebihan. Dan jika kelebihan juga bisa membuat
muntah. Jadi AKG minimum klor sehari sebesar 750 mg.
·
Absorpsi dan Eksresi Klor
Klor diabsorpsi di usus halus dan
dieksresi melalui urin dan keringat. Kehilangan klor mengikuti kehilangan
natrium.
3. KALIUM (K)
Definisi dan Pendahuluan
Kalium merupakan ion yang bermuatan positif dan terdapat di dalam sel dan
cairan intraseluler.
·
Sumber
Kalium berasal dari tumbuh-tumbuhan dan hewan. Sumber utama adalah
makanan segar/ mentah, terutama buah, sayuran dan kacang-kacangan.
·
Fungsi
ü berperan dalam
pemeliharaan keseimbangan cairan dan elektrolit serta keseimbangan asam dan basa bersama
natrium.
ü Bersama kalsium,
kalium berperan dalam transmisi saraf dan kontraksi otot.
ü Di dalam sel, kalium
berfungsi sebagai katalisator dalam banyak reaksi biologic, terutama
metabolisme energi dan sintesis glikogen dan protein.
ü Berperan dalam
pertumbuhan sel.
·
Dampak Kelebihan dan Kekurangan serta AKG
Kekurangan kalium dapat terjadi karena kebanyakan kehilangan melalui
saluran cerna atau ginjal. Kehilangan banyak melalui saluran cerna dapat
terjadi karena muntah-muntah, diare kronis atau kebanyakan menggunakan obat
pencuci perut. Kebanyakan kehilangan melalui ginjal adalah karena penggunaan
obat diuretic terutama untuk pengobatan hipertensi. Kekurangan kalium
menyebabkan lesu, lemah, kehilangan nafsu makan, kelumpuhan, mengigau, dan
konstipasi.
Kelebihan kalium akut dapat terjadi bila konsumsi melebihi 12 g/ m2
permukaan tubuh sehari tanpa diimbangi oleh kenaikan eksresi. Hiperkalemia akut
dapat menyebabkan gagal jantung yang berakibat kematian. Kelebihan kalium dapat
terjadi bila ada gangguan fungsi ginjal.
Jadi, kebutuhan minimum kalium sekitar 2000
mg sehari.
·
Absorpsi dan Eksresi Kalium
Kalium diabsorpsi dengan mudah dalam usus halus. Kalium dieksresi
melalui urin, feses, keringat dan cairan lambung. Taraf kalium normal darah
dipelihara oleh ginjal melalui kemampuannya menyaring, mengarbsorpsi kembali
dan mengeluarkan kalium di bawah pengaruh aldosteron. Kalium dikeluarkan dalam
bentuk ion dengan menggantikan ion natrium melalui mekanisme pertukaran di
dalam tubula ginjal.
4. KALSIUM (CA)
Kalsium merupakan mineral yang paling banyak terdapat di dalam tubuh,
yaitu 1,5-2% dari berat badan orang dewasa atau kurang lebih sebanyak 1 kg.
Kadar kalsium dalam darah sekitar 10 mg/ 100ml dengan rentang 9-11 mg/ 100ml.
Nilai kadar ini harus dipertahankan agar berfungsi dengan baik. Hormon paatiroid
mengatur kestabilan kadar kalsium ini dengan meknisme umpan balik. Pembentukan
tulang dilakukan dengan bantuan osteoblas. Sebaliknya, mobilisasi kalsium dari
tulang dilakukan dengan bantuan osteoklas yang merombak tulang dan melepaskan
kalsium untuk dimasukkan ke darah, agar kadar kalsium darah tetap stabil.
·
Absorpsi dan Eskresi Kalsium
Dalam keadaan normal sebanyak 30-50%
kalsium yang dikonsumsi diabsorpsi tubuh. Kemampuan absorpsi lebih tinggi pada
masa pertumbuhan, dan menurun pada proses menua. Kemampuan absorpsi pada
laki-laki lebih tinggi dari pada perempuan pada semua golongan usia. Absorpsi
kalsium terutama terjadi di bagian atas usus halus yaitu duodenum. Kalsium
membutuhkan pH 6 agar dapat berada dalam keadaan terlarut. Absorpsi kalsium
terutama dilakukan secara aktif dengan menggunakan alat angkut protein-pengikat
kalsium. Absorbsi pasif terjadi pada permukaan saluran cerna. Banyak faktor
yang mempengaruhi absorpsi kalsium. Kalsium hanya bisa diabsorpsi bila terdapat
dalam bentuk larut-air dan tidak mengendap karena unsur makanan lain seperti
oksalat. Kalsium yang tidak diabsorpsi dikeluarkan melalui feses. Jumlah
kalsium yang diekskresi melalui urin mencerminkan jumlah kalsium yang
diabsorpsi.
·
Faktor-faktor yang meningkatkan Absorpsi Kalsium
1. Pertumbuhan
2. Kehamilan
3. Menyusui
4. Defisiensi kalsium
5. Tingkat aktivitas fisik
yang meningkatkan densitas tulang.
6. Semangkin tinggi
kebutuhan dan semakin rendah persediaan kalsium dalam tubuh semakin efisien
absorpsi kalsium.
7. Lemak meningkatkan waktu
transit makanan melalui saluran cerna, dengan demikian memberi waktu lebih
banyak untuk absorbsi kalsium.
8. Absorbsi kalsium lebih
baik bila dikonsumsi bersama dengan makanan.
9. Absorpsi kalsium paling
baik terjadi dalam keadaan asam.
·
Faktor-faktor yang menghambat Absorbsi Kalsium
1. Kekurangan Vitamin D
dalam bentuk aktif
2. Asam oksalat
3. Asam fitat
4. Serat
5. Stres mental dan stres
fisik
6. Proses menua
·
Fungsi Kalsium
1. Pembentukan Tulang :
sebagai bagian integral dari struktur tulang, sebagai tempat penyimpanan
kalsium
2. Pembentukan Gigi
3. Mengatur pembekuan darah
4. Katalisator
reaksi-reaksi biologik: absorpsi Vit.12, ekskresi insulin oleh pankreas,
dll
5. Kontraksi otot
6. meningkatkan fungsi
transpor membran sel (sebagai stabilisator membran & transmisi ion melalui
membran organela sel.
7. memperlancar transmisi
rangsangan di jaringan saraf (neurotransmission)
8. mengaktifkan enzim-enzim
tertentu antara lain lipase, ATP-ase
·
Sumber Kalsium
Susu, keju, kuning
telur, kangkung/ sayuran berwarna hijau, kacang-kacangan dan hasil olahannya,
udang.
·
Angka Kecukupan Kalsium yang Dianjurkan
Angka kecukupan pangan dan gizi LIPI
(1998) sebagai berikut:
ü
Bayi
: 300-400 mg
ü
Anak-anak
: 500 mg
ü
Remaja
: 600-700 mg
ü
Dewasa
: 500-800 mg
ü
Ibu Hamil & Menyusui : + 400 mg
·
Akibat Kekurangan Kalsium
Kekurangan kalsium pada masa pertumbuhan
dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan. Tulang kurang kuat, mudah bengkok dan
rapuh. Bila terjadi luka, pembekuan darah sangat lambat. Pada orang dewasa
terjadi osteoporosis. Kekurangan kalsium dapat pula menyebabkan osteomalasia,
yang dinamakan juga riketsia pada orang dewasa dan biasanya terjadi karena
kekurangan vitamin D dan ketidakseimbangan konsumsi kalsium terhadap fosfor.
Mineralisasi matriks tulang terganggu, sehingga kandungan kalsium di dalam
tulang menurun. Kadar kalsium darah yang sangat rendah dapat menyebabkan tetani
atau kejang.
·
Akibat kelebihan Kalsium
Konsumsi Ca yang
berlebihan dapat menyebabkan sulit buang air besar (konstipasi) dan mengganggua
penyerapan mineral seperti zat besi, seng dan tembaga. Kelebihan Ca dalam
jangka panjang akan meningkatkan risiko terkena hypercalcemia, pembentukan batu
ginjal dan gangguan fungsi ginjal. Olekarena itu konsumsi suplemen kalsium jauh
di atas kebutuhan sebaiknya dihindari.
5.FOSFOR (P)
Fosfor merupakan mineral
kedua terbanyak di dalam tubuh, yaitu 1% dari berat badan. Fosfor di dalam
tulang dan gigi berada dalam perbandingan 1:2 dengan kalsium.
·
Absorsi dan Metabolisme Fosfor
Fosfor dapat diabsorpsi
secara efisiensi sebagai fosfor bebas di dalam usus setalah dihidrolosis dan
dilepas dari makanan. Bayi dapat menyerap 85-90% fosfor berasal dari air susu
ibu (ASI). Sebanyak 65-70% fosfor berasal dari susu sapi dan 50-70% fosfor
berasal dari susunan makanan normal dapat diabsorpsi oleh anak-anak dan orang
dewasa. Bila konsumsi fosfor rendah, taraf absorpsi dapat mencapai 90% dari
konsumsi fosfor.
Fosfor dihidrolisis dari
makanan oleh enzim alkali fosfatase di dalam mukosa usus halus dan diabsorpsi
secara aktif dan difusi pasif. Absorpsi aktif dibantu oleh bentuk aktif vitamin
D.
·
Fungsi fosfor
1. Baersama Ca dan Mg
berperan dalam pembentukan tulang dan gigi
2. Mengatur Pengalihan
Energi. Dalam metabolisme KH (daur Krebs) membentuk ATP (adenosin trifosfat)
dan ADP (adenosin difosfat)
3. Absorbsi dan
transportasi zat gizi. Mengangkut lemak hasil penyerapan usus, masuk ke saluran
darah dialirkan ke seluruh tubuh.
4. Bagian dari ikatan tubuh
esensial. Merupakan bagian asam nukleat DNA dan RNA, yaitu senyawa yang membawa
faktor keturunan/ gen yang terdapat dalam inti sel.
5. Pengaturan keseimbangan
asam-basa. Fosfat memegang peranan penting sebagai buffer, untuk mencegah
perubahan tingkat keasaman cairan tubuh. Ini terjadi karena kemampuan fosfor
mengikat tambahan ion hidrogen.
·
Sumber Fosfor
Makanan kaya protein:
daging, ikan, telur, Susu, keju, unggas, kacang-kacangan.
·
Angka Kecukupan Fosfor yang dianjurkan
Kecukupan fosfor
rata-rata sehari untuk Indonesia ditetapkan sebagai berikut (Widyakarya Pangan
dan Gizi LIPI 1993):
ü
Bayi
: 200-250 mg
ü
Anak-anak
: 250-400 mg
ü
Remaja dan
dewasa
: 400-500 mg
ü
Ibu hamil dan
menyusui : +200 – +300 mg
·
Akibat Kekurangan Fosfor
Jarang terjadi kekurangan. Kekurangan
bisa terjadi bila menggunakan obat antasida (untuk menetralkan asam lambung).
Kekurangan fosfor menyebabkan kerusakan tulang/ Mineralisasi tulang terganggu,
pertumbuhan terhambat, rakhitis, osteomalasia. Gejalanya adalah rasa lelah,
kurang nafsu makan dan kerusakan tulang.
·
Akibat Kelebihan Fosfor
Kelebihan fosfor Jarang terjadi. Penggunaan
fosfor oleh tubuh salah satunya ditentukan oleh rasio antara kalsium dan
fosfor, yang idealnya bagi remaja dan orang dewasa adalah 1:1 kelebihan fosfor
terjadi bila rasio kalsium fosfor lebih kecil dari ½ atau 1:2 kelebihan fosfor
dapat mengganggu penyerapan mineral seperti tembaga dan seng serta dapat pula
memicu timbulnya hypocalcemia. Bila kadar P darah terlalu tinggi, ion fosfat
akan mengikat kalsium sehingga menimbulkan kejang
·
OBAT-OBAT YANG
MENGANDUNG FOSFOR
v Antasid : antasid
mengandung aluminium mengurangi absorbsi fosfor dalam makanan melalui
pembentukan aluminium fosfat.
v Vitamin D : kadar
fosfat tinggi dalam darah mensupresi konversi 25-OH-D3 ( kalsidiol ) menjadi
bentuk aktifnya, yakni 1,25 – ( OH)2-D3 (kalsikriol) dalam ginjal. Peningkatan
kadar kalsikriol menyebabkan peningkatan absorbsi kalsium dan fosfor dalam
intestinal. Asupan kalsikriol yang berhubungan dapat menyebabkan
hiperfosfattemia.
6. MAGNESIUM (MG)
Magnesium adalah kation terbanyak setelah natrium di dalam cairan
interselular. Magnesium merupakan bagian dari klorofil daun. Peranan magnesium
dalam tumbuh-tumbuhan sama dengan peranan zat besi dalam ikatan hemoglobin
dalam darah manusia yaitu untuk pernafasan. Magnesium terlibat dalam berbagai
proses metabolisme.
Magnesium terdapat dalam tulang dan
gigi, otot, jaringan lunak dan cairan tubuh lainnya.
·
Sumber
Sumber utama magnesium adalah sayur
hijau, serealia tumbuk, biji-bijian dn kacang-kacangan. Daging, susu dan
hasilnya serta cokelat merupakan sumber magnesium yang baik.
·
Fungsi
Magnesium berperan penting dalam system
enzim dalam tubuh. Magnesium berperan sebagai katalisator dalam reaksi biologic
termasuk metabolisme energi, karbohidrat, lipid, protein dan asam nukleat,
serta dalam sintesis, degradasi, dan stabilitas bahan gen DNA di dalam semua
sel jaringan lunak.
Di dalam sel ekstraselular, magnesium
berperan dalam transmisi saraf, kontraksi otot dan pembekuan darah. Dalam hal
ini magnesium berlawanan dengan kalsium.
Magnesium mencegah kerusakan gigi dengan
cara menahan kalsium dalam email gigi.
·
Dampak Kelebihan dan Kekurangan (AKG)
1.
Kekurangan magnesium bisa terjadi jika kekurangan protein dan energi serta
berbagai kompilasi penyakit yang menyebabkan gangguan absorpsi atau penurunan
fungsi ginjal, endokrin, terlalu lama mendapat makanan tidak melalui mulut
(intravena).
Penyakit yang
menyebabkan muntah-muntah, diare, penggunaan diuretika (perangsang pengeluaran urin), juga
dapat menyebabkan kekurangan magnesium.
Kekurangan magnesium
berat akan menyebabkan kurang nafsu makan, gangguan pertumbuhan, mudah
tersinggung, gugup, kejang/tetanus, gangguan system saraf pusat, halusinasi,
koma dan gagal jantung.
2.
Akibat kelebihan magnesium belum diketahui secara pasti. Namun Kelebihan
magnesium biasanya menyebabkan terjadinyada penyakit gagal ginjal.
·
Pencernaan dan Metabolisme
Magnesium diabsorpsi di usus halus
dengan bantuan alat angkut aktif dan secara difusi pasif. Di dalam darah
magnesium terdapat dalam bentuk ion bebas. Keseimbangan magnesium dalam tubuh
terjadi melalui penyesuaian eksresi magnesium melalui urin. Eksresi magnesium
meningkat oleh adanya hormone tiroid, asidosis, aldosteron serta kekurangan
fosfor dan kalium . eksresi magnesium menurun karena pengaruh kalsitonin,
glukagon dan PTH terhadap resorpsi tubula ginjal.

Rumus struktur Magnesium
·
OBAT-OBAT YANG MENGANDUNG MG
v Antibiotik : Mg
menganggu absorbsi antibiotik kuinolon misalnya siproloksazin, antibiotik
tetrasiklin ( contohnya deksisiklin dan nitrofurantoin ). Oleh sebab itu, Mg
harus diberikan 2-3 jam sebelum mengonsumsi obat ini untuk menghindari gangguan
absorbsi.
v Digoksin : kadar
normal Mg sangat penting untuk dipertahankan karena kadar Mg yang rendah dalam
daarah dapat meningkatkan efek merugikan digoksin ( misalnya aritmia ).
v Diuretik : pengobatan
jangka panjang dengan diuretik anza misalnya furozemida atau tiazida
( contohnya hidroklorotiazida ) dapat
menyebabkan deplesi Mg.
v Methylfenidad : Mg
sebagai suplemntasi dapat bermanfaat untuk pengobatan ADHD.
v Zink ; dosis tinggi Zink
( misalnya 140 mg/hari ) menurunkan secara sifnifikan absorbsi Mg ).
7. SULFUR (S)
Sulfur merupakan bagian dari zat-zat gizi esensial, seperti vitamin
tiamnin dan biotin serta asam amino metionin dan sistein.
Rantai samping molekul sistein yang
mengandung sulfur berkaitan satu sama lain sehingga membentuk jembatan
disulfide yang berperan dalam menstabilkan molekul protein.
Sulfur terdapat dalam tulang rawan,
kulit, rambut dan kuku yang banyak mengandung jaringan ikat yang bersifat kaku.
Sumber sulfur adalah makanan yang mengandung berprotein.
·
Fungsi Sulfur
Sulfur berasal dari makanan yang terikat
pada asam amino yang mengandung sulfur yang diperlukan untuk sintesis zat-zat
penting. Berperan dalam reaksi oksidasi-reduksi, bagian dari tiamin, biotin dan
hormone insuline serta membantu detoksifikasi. Sulfur juga berperan melarutkan
sisa metabolisme sehingga bias dikeluarkan melalui urin, dalam bentuk
teroksidasi dan dihubungkan dengan mukopolisakarida.
·
Dampak Kelebihan dan Kekurangan
(AKG)
Kecukupan sehari sulfur tidak
ditetapkan dan hingga sekarang belum diketahui adanya kekurangan sulfur bila
makanan yang kita konsumsi cukup mengandung protein. Dampak kekurangan sulfur
bisa terjadi jika kekurangan protein.
Kelebihan
sulfur bisa terjadi jika konsumsi asam amino berlebih pada hewan yang akan
menghambat pertumbuhan.Jadi, AKG untuk orang dewasa dicukupi oleh asam amino
esensial yang mengandung sulfur.
·
Pencernaan dan Metabolisme
Sulfur diabsorpsi sebagai bagian dari
asam amino atau sebagai sulfat anorganik. Sulfur juga merupakan bagian dari
enzim glutation serta berbagai koenzim dan vitamin, termasuk koenzim A.
Sebagian besar sulfur dieksresi melalui urin sebagai ion bebas. Sulfur juga
merupakan salah satu elektrolit intraseluler yang terdapat dalam plasma
berkonsentrasi rendah
5.MACAM – MACAM MINERAL MIKRO-
1.Besi (Fe)
Sumber pangan yang mengandung besi yaitu hati, daging, kuning telur,
sayuran berdaun hijau tua, tiram, udang.
a.
Fungsi besi :
·
Pembentukan hemoglobin baru
Mengembalikan
hemoglobin kepada nilai normalnya setelah terjadi pendarahan
·
Menggantikan kehilangan zat besi dalam darah tubuh
·
Pada laktasi untuk sekresi air susu
·
Kebutuhan besi untuk berbagai jenis kelamin dan golongan usia :
ü Laki-laki dewasa :
10mg/hr
ü -Wanita yang mengalami
haid : 12 mg/hr
ü Anak-anak umur 7-10
tahun : 2,3 – 3,8mg/hr
ü Orang dewasa :
10-15mg/hr
b. Defisiensi besi dapat menyebabkan :
ü Anemia defisiensi besi
ü Gangguan fungsional
tubuh
ü Pucat, lemah, letih,
pusing, dan kurang nafsu makan
ü Menurunnya kekebelan
tubuh
ü Gangguan penyembuhan
luka
c.Kelebihan zat besi :
- Menurunkan
penyerapan dan penggunaan seng dan tembaga
-menyebabkan gangguan fungsi hati dan jantung
Rumus struktur besi

2. Mangan (Mn)
Sumber pangan yang mengandung mangan
terdapat dalam tepung gandum, kacang – kacangan, daging, ikan, ayam.
Mangan diangkut oleh
protein transmanganin dalam plasma. Setelah diabsorpsi, mangan dalam waktu
singkat terlihat dalam empedu dan dikeluarkan melalui feses. Taraf mangan dalam
jaringan diatur oleh sekresi selektif melalui empedu. Pada penyakit hati,
mangan menumpuk dalam hati. Kelebihan mangan dapat menyebabkan keracunan. Hal
ini dapat terjadi bila lingkungan terkontaminasi mangan. Dalam jangka waktu
yang lama hal ini dapat menyebabkan gejala kelainan otak disertai tingkah laku
abnormal, yang menyerupai penyakit parkinson.
3. Tembaga
(Cu)
Sumber makanan yang mengandung tembaga diantaranya adalah susu dan sereal.
Terdapat juga dalam hati, tiram, daging dan kacang-kacangan.
Dalam saluran cerna, tembaga dapat
diabsorpsi kembali dari tubuh bergantung kebutuhan tubuh. Pengeluaran melalui
empedu meningkat bila terdapat kelebihan dalam tubuh. Sedikit tembaga
dikeluarkan melalui urin, keringat, dan darah haid. Tembaga yang tidak
diabsorpsi dikeluarkan melalui feses. Fungsi dari tembaga berperan dalam
kegiatan enzim pernafasan sebagai kofaktor bagi enzim, misalnya sitokrom,
oksidase. Kelebihan tembaga secara kronis menyebabkan penumpukan tembaga dalam
hati yang dapat menyebabkan nekrosis hati atau serosis hati. Kelebihan ini
dapat terjadi karena menggunakan alat masak dari bahan tembaga,
terutama apabila digunakan untuk memesak cairan yang bersifat asam. Konsumsi
dosis tinggi menyebabkan kematian.
Defisiensi tembaga
menyebabkan :
ü Bayi gagal tumbuh
kembang
ü Gangguan fungsi
kekebalan
ü Menghambat pembentukan
hemoglobin
ü Perubahan pada
jaringan tulang dan kerangka tubuh yang dapat menyebabkan patah tulang dan
osteoporosis.
4. Seng
(Zn)
Sumber makanan yang mengandung seng terdapat dalam daging, telur, hati, unggas, dan ikan.
Di dalam pankreas, seng digunakan untuk membuat enzim pencernaan yang pada
waktu makan dikeluarkan ke dalam saluran cerna. Seng dikeluarkan tubuh terutama
melalui feses. Di samping itu, seng dikeluarkan melalui urin, keringat, sel
dinding usus, cairan haid, dan mani.
Defisiensi seng
menyebabkan :
ü Pertumbuhan terhambat
ü Gangguan kematangan
seksual
ü Gangguan fungsi
pencernaan karena gangguan fungsi pankreas
ü Perusakan saluran
cerna
Konsumsi seng secara
berlabihan dapat terjadi karena konsumsi suplemen seng dan makanan yang terkena
polusi udara, alat masak, dan kaleng. Hal ini dapat menyebabkan menurunnya
penyerapan zat besi dan tembaga, mual, diare, pusing, gangguan reproduksi, dan
gangguan fungsi hati. Kelebihan sampai 10 kali AKG mempengaruhi metabolisme
kolestrol, mengubah nilai lipoprotein dan mempercepat timbulnya ateroskloresis.
5. Yodium
( I )
Sumber yodium diantaranya adalah garam beryodium, ikan laut dan rumput
laut.
Fungsi yodium sebagai komponen
esensial tiroksin dan kelenjar tiroid. Ekskresi yodium dilakukan melalui
ginjal, jumlahnya berkaitan dengan banyak sedikitnya yodium yang dikonsumsi.
Konsumsi yodium di atas 2000mg/hari dianggap berlebihan. Hal ini dapat
menghambat pelepasan yodium dan tiroid. Kelebihan pada tingkat selanjutnya akan
menimbulkan gondok seperti halnya kekurangan yodium.
Defisiensi yodium mengakibatkan :
ü Gangguan Akibat
Kekurangan Yodium (GAKY) berupa gangguan fisik dan mental
ü Kelenjar tiroid
membesar (gondok)
ü Pada ibu hamil dapat
mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin
6. Selenium
(Se)
Sumber pangan yang mengandung selenium
terdapat dalam ikan laut dan kerang. Dalam pangan nabati tergantung pada
kandungan selenium dalam tanah tempat tanaman tersebut tumbuh.
Fungsi selenium
sebagai antioksidan. Defisiensi selenium menyebabkan aktifitas enzim glutation
perioksidase menurun dan kekebalan tubuh menurun
Konsumsi selenium diatas 850mg/hr
berpengaruh pada kesehatan yaitu terjadinya mual, muntah dan diare. Konsumsi
diatas 500omg/hr akan menyebabkan terjadinya perubahan kuku dan terjadinya
kerontokan rambut.
7. Fluor
( F )
Sumber pangan terdapat
dalam air, makanan laut, ikan dan makanan hasil ternak.
Fungsi fluor adalah
untuk pertumbuhan dan pembentukan struktur gigi, serta untuk mencegah karies
gigi.
Penggunaan fluor sebanyak
20-30mg/hr dapat menyebabkan terjadinya keracunan. Gejalanya adalah
fluorosis (perubahan warna gigi menjadi kekuning-kuningan) mulas, diare, sakit
didaerah dada, gatal dan muntah.
Defisiensi fluor akan menyebabakan
terjadinya karies pada gigi.
8. Kobalt
(Co)
Kobalt merupakan
komponen vitamin B12 yang diperlukan bagi perkembangan normal se-sel darah
merah. Sumber utamanya adalah sayuran berdaun hijau. Kobalt mempunyai fungsi
untuk keseimbangan tubuh ruminansia.
6. OBAT-OBAT MINERAL
1.
Ferrofumarat
Nama paten : superton
Komposisi: Ginseng 50 mg, royal jelly 5 mg, panthenol 5 mg, biotin
0.25 mg, nicotinamide 10 mg, vitamin A 25000 iu, vitamin B1 10 mg, vitamin B2 5
mg, vitamin B6 5 mg, vitamin B12 5 mcg, vitamin C 100 mg, vitamin D 400 iu,
vitamin E 5 mg, Ca 100 mg, Fe 10 mg, Mg 5 mg, manganese 0.5 mg, copper 1 mg, Zn
0.5 mg, molybdenum 0.1 mg, boron 0.1 mg, phosphorus 50 mg
Indikasi: Kurang nafsu makan, insomnia, kelelahan, neuritis. Terapi
dengan antibiotika dan kemoterapi jangka lama. Meningkatkan vitalitas pada usia
lanjut, menopause, kehamilan, laktasi. Dapat digunakan sebagai obat perangsang.
Pembentukan tulang dan gigi
Dosis: 1 kapsul
per hari.
2.
Nichobion
Komposisi: Fe fumarate 300 mg, Mg sulfate 0.2 mg, copper sulfate 0.2
mg, vitamin C 50 mg, folic acid 0.4 mg, sorbitol 25 mg, vitamin B12 dengan
faktor intrinsik 7.5 mcg
Indikasi: Anemia karena
kurang zat besi, hamil dan menyusui, malnutrisi, masa penyembuhan, perdarahan,
pasca operasi, usia lanjut, masa pertumbuhan
Dosis: 1 kapsul per hari Berikan saat makan atau sesudah makan
Efek Samping: Feses kehitaman
Interaksi Obat: Terganggu dengan absorbsi antasida atau tetrasiklin
3. Ferroglukonat
Nama paten: Sangobion
Indikasi : Anemia yang
disebabkan defisiensi besi dan mineral lainnya yang berperan dalam pembentukan
darah.
komposisi : Besi glukomat 250
mg,mangan sulfat 0,2 mg, Tembaga sulfat 0,2 mg, Vit C 50 mg,asam folat 1 mg,
Vit B12 dangan faktor intrisik 7,5 mcg, sorbitol 25 mg/kap.
Efek Samping : Muntah, iritasi lambung, konstipasi, diare, colik.
Dosis : Sehari 1 kap saat
atau setelah makan. sirup, anak sehari 1 cth, dws sehari 2 cth
3.
Inbion
Komposisi: Fe gluconate 250 mg,
manganese sulfate 200 mcg, copper sulfate 200 mcg, vitamin C 50 mg, folic acid
1 mg, vitamin B12 dengan faktor intrinsik 7.5 mcg, sorbitol 25 mg
Indikasi: Anemia defisiensi zat
besi, selama masa pertumbuhan, hamil, laktasi, malnutrisi
Dosis: 1-2 kapsul/hari, berikan saat
makan atau sesudah makan
Interaksi Obat: Mengganggu
absorpsi antasid, tetrasiklin
Komentar
Posting Komentar